Wujudkan Lingkungan Bersih, Babinsa Jenu Dampingi Warga Dalam Pengolahan Limbah Terpadu

 1 (1) (1)

 TUBAN- Desa/Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban terletak di pesisir laut Jawa. Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidupnya sebagai nelayan, petambak ikan dan petani. Sebagai usaha sampingannya, mereka memelihara ternak, karena lingkungan sekitar tersedia banyak pakan. Ternak yang dipelihara diantaranya adalah Sapi dan Kambing.

Babinsa Desa Jenu Koramil 0811/15 Jenu Sertu Mas Bagus Setyawan bersama Kepala Dusun Kejenon Desa Jenu  Yudi  dan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mulyo Choirul Falakmelaksanakan pemantauan/pendampingan pemasangan peralatan Biogas yang berbahan dasar kotoran hewan ternak sapi, bantuan dari dinas peternakan Provinsi Jawa Timur.

“Untuk mewujudkan pengelolaan limbah ternak terpadu, dan lingkungan bersih, perlu dilakukan pemantauan dan pemdampingan yang melekat kepada masyarakat,” tuturBabinsa Jenu Koramil 0811/15 Jenu Sertu Mas Bagus Setyawan saat di ditemui dilokasi pemasangan peralatan Biogas, Rabu (31/10/2018).

Peralatan Biogas tersebut dipasang di rumah Marwi (43 th), salah satu anggota Poktan Wanita Kemuning Desa Kejenon Kec. Jenu, peralatan berbentuk setengah kapsul tersebut terbuat dari fiber dengan panjang 2 meterdan berdiameter 1,5meter.

“Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan limbah ternak, dengan memanfaatkannya menjadi bahan yang memiliki nilai yang lebih tinggi,” terang Mas Bagus.

Sementara itu, Yudha Hartanto, perwakilan dari Rumah Energi menyampaikan bahwa, banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari program ini.

“Keuntungan ini banyak sekali seperti gas gratis setiap hari, gas aman bagi pengguna, jaminan nyala api berwarna biru, dapur bersih dan bebas asap, pupuk organik gratis setiap hari serta lebih hemat penggunaan pupuk buatan,” papar Yudha.

“Selain itu, untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar salah satunya dapat dilakukan dengan pemanfaaatan energi di rumahan,” tambahnya.  (Penrem 082/CPYJ).

Related For Wujudkan Lingkungan Bersih, Babinsa Jenu Dampingi Warga Dalam Pengolahan Limbah Terpadu