Visi Misi Sosok Dekky Susanto Dalam Menggandeng 3 Pilar Mojo

1 (3)(5)KEDIRI. Suasana di lapangan Mlati berubah seketika, setelah seni jaranan Putro Batoro memasuki lapangan yang berdampingan dengan SMUN 1 Mojo. Alunan khas tradisional jaranan mengiringi gerak tari. Tepuk tangan bersahut-sahutan dari penonton yang ada di sekitar lapangan. senin (15/10/2018)

Putro Batoro yang ber-home base di Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, bukan sembarang group jaranan. Seni jaranan pimpinan Galang pernah meraih prestasi dengan menjadi pemenang lomba karya ilmiah remaja bidang seni budaya se-Kabupaten Kediri.

“Kami bersama 3 pilar Mojo, dari Koramil, Polsek dan Kecamatan, ingin agar seni jaranan tidak cenderung mengarah pada image negatif, dalam artian tidak anarkis. Saat ini banyak berita yang berkembang di masyarakat bahwasannya seni jaranan itu identik dengan ajang tawuran dan sejenis,” ujar Dekky Susanto.

Safe jaranan, Dekky Susanto menegaskan bahwa seni jaranan itu murni seni tradisional bukan ajang tempat tawuran. Intinya, sebagai warga Kediri yang baik, berharap semua pihak, baik pelaku maupun penonton untuk menguri-nguri budaya jawa.

“Jadi, semua pihak, dari pelaku hingga penonton, tidak minum-minuman keras, tidak bertindak anarkis. Pokoknya, kita ingin merubah image negatif, dengan menggandeng 3 pilar yang ada di Mojo ini,” pungkasnya.

Seni jaranan jawa kreasi ini, dilakoni remaja SMP dan SMA se-Kecamatan Mojo dengan latar belakang yang berbeda-beda. Dekky Susanto berpendapat, regenerasi harus terus dilakukan agar budaya jawa tidak hilang dan tetap eksis seiring perubahan jaman.

Seni ini ditampilkan dalam rangka opening TMMD 103 di Kediri, sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Kediri pada umumnya dan warga Desa Mlati pada khususnya. Muspida Kediri, memberi aplaus kepada para remaja yang masih memegang budaya bangsa sendiri. (Penrem 082/CPYJ).

Related For Visi Misi Sosok Dekky Susanto Dalam Menggandeng 3 Pilar Mojo