Usung Mayday Dan Hardiknas Di Aksi Damai HMI

4

KEDIRI.   Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kediri melakukan aksi damai di depan kantor DPRD Kota Kediri. Aksi damai ini mengusung Hari Buruh atau lebih dikenal Mayday dan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Koramil 01/Kota menurunkan 4 orang untuk turut membantu Polri dalam pengamanan dilokasi aksi damai ini, dan sejauh pengamatan langsung dilapangan, aksi damai tersebut berjalan tertib, kamis (03/05/2018)

Beberapa spanduk dengan berbagai isi tulisan, diusung aksi damai HMI Kediri yang diketuai Firman Hidayat ini, yaitu “Diam Bukanlah Solusi”, “Keluar Dari Zona Nyaman”,  “Buruh Sejahtera Keluarga Negara Bahagia, Merdeka”, “Penjarakan Oknum Pungli di Sekolah”, “Berikan Upah Guru Honorer Yang Layak”, “Lawan Kapitalisasi Pendidikan” dan “Lindungi Buruh Tolak Kepres No. 20 Tahun 2018 tentang TKA”. Sedangkan spanduk yang paling besar ukurannya bertuliskan “Selamat Hari Buruh dan Penddikan, Bangsa Yang Besar adalah Bangsa Yang Menghargai Kerja Keras Rakyat”.

Sebelum melakukan orasi di kantor DPRD Kota Kediri, HMI Kediri berkumpul terlebih dahulu di Kantor HMI Cabang Kediri selanjutnya mereka bergerak menuju jalan Kapten Tendean ,jalan Mayjen Haryono ,perempatan RS Baptis ,jalan Letjen Sutoyo ,jalan Letjen Soeprapti ,pertigaan Stadion Brawijaya  ,jalan PK Bangsa ,jalan Erlangga ,jalan Hayam Wuruk ,jalan Brawijaya ,pertigaan jembatan lama ,jalan Mayjen Sungkono ,jalan Mayor Bismo dan berakhir kantor DPRD Kota Kediri.

“Kita datang disini tujuannya satu, kita tidak akan diam ,dan diam bukan berarti takut dengan peraturan UMD3. Jika negara sudah abstain melakukan kesalahan. Kita akan datang terus disini dan akan bertambah jika negara belum abstain membuat kesalahan. Kita akan menyampaikan tuntutan ke  DPRD ini dan jika tuntutan kita tidak ditanggapi, kita akan datang lagi dengan kekuatan yang lebih besar,” kata Galih Setiawan dalam orasinya.

Perwakilan HMI diterima anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ayub Khan, kesepuluh orang tersebut ialah Galih Setiawan, Moh. Hafiel, Ahmad Munabihol, Dian Rifki, M. Zen Asyofi, Moh. Sholeh, Gormulen Arafi, Dawamul, Lutvi Ansyori dan Tamara Amimi.

Perwakilan HMI tersebut menyuarakan aspirasinya, antara lain mendesak DPRD Kota Kediri dan Pemda Kota Kediri, untuk membuat UU Terkait Proteksi terhadap Buruh, mencabut Perpres No. 20 Tahun 2018 tentang TKA, serta mendesak DPRD untuk menindaklanjuti Pelaku Industri yang memberikan Surat Perjanjian (Kerja buruh) yang tidak sesuai dengan UU NO. 13 Tahun 2013.

Usai diterima perwakilan DPRD Kota Kediri, massa sempat melakukan aksi bakar kertas didepan kantor DPRD Kota Kediri, namun aksi tersebut hanya berlangsung sebentar dan selanjutnya mereka membubarkan diri. (Penrem 082/CPYJ).

Related For Usung Mayday Dan Hardiknas Di Aksi Damai HMI