Tingkatkan kualitas dan kuantitas lewat lomba kelurahan

 1 (5)

Kediri.   Danramil Pesantren Kapten Arm Nur Solikin bersama Kapolsek Pesantren Kompol Nursyiana dan Camat Pesantren , menyambut kedatangan lomba antar kelurahan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri. Lomba antar kelurahan ini diadakan di balai Kelurahan Singonegaran dan dihadiri tim penilai lomba dari Pemkot Kediri, rabu (04/04/2018)

“Kami sampaikan kepada ketua RT dan RW dikelurahan dalam roda suatu pemerintahan ada evaluasi atau penilaian ,dan kami sebagai camat mendukung apa yag menjadi program pemerintahan. Peraturan Walikota merupakan payung hukum diwilayah ini mendukung kepala kelurahan untuk berinovasi dalam lingkungan wilayah masing-masing agar memberikan pelayanan yg terbaik untuk masyarakat jangan  lupa  kita  ini sebagai petugas atau pelayan masyarakat,” kata Eko Lukmono Hadi.

Dari hasil penilaian lomba kelurahan tingkat Kecamatan Pesantren, juara 1 diraih Kelurahan Singonegaran, juara 2 diraih Kelurahan Bangsal dan juara 3 Kelurahan Blabak, selanjutnya ketiga kelurahan ini akan mengikuti lomba kelurahan se-Kota Kediri ,dengan status mewakili Kecamatan Pesantren.

Sementara itu, memanfaatkan moment lomba kelurahan ini, Kepala BPN Kota Kediri ,Yeri Agung Nugroho mengatakan ,”Saya program strategis nasional program kerja kabinet Jokowi Jk yang dilaksanakan oleh Kementerian Agraria dan tata ruang Badan Pertanahan Nasional yang dikenal dengan pendaftaran tanah sistematis lengkap atau (PTSL). Khususnya di wilayah kota diri dalam pelaksanaannya mulai dari sosialisasi penyuluhan pendataan lapangan, melalui proses baik dengan pemerintah kota Kediri Kecamatan Kelurahan ini ,dibuktikan bahwa program-program besar yang dibawa oleh para penegak hukum kita tidak bisa main-main.

Lebih lanjut ia menjelaskan ,induktif dari semua itu ,BPN akan menyerahkan sertifikat sebagian sertifikat untuk wilayah kecamatan Pesantren ada 52 orang mulai dari tahun 2017 ,dan ditargetkan seluruh Indonesia 5.000.000 orang ditahun 2018. Minimal 2 juta bidang ,sehingga menjadi 7 juta bidang 2019 naik 2 juta menjadi 9 juta bidang.

 

“Pemerintahan Jokowi mengharapkan bidang tanah yang terdaftar di seluruh wilayah Republik Indonesia diharapkan sudah bisa terdaftar pada tahun 2023. Pada kesempatan ini ,saya mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat ,untuk bisa mensukseskan pendaftaran tanah sistematis lengkap ini,” pungkasnya. (Penrem 082/CPYJ).

Related For Tingkatkan kualitas dan kuantitas lewat lomba kelurahan