Temperatur Lereng Gunung Wilis Dinginkan Beratnya Peliputan TMMD

1 (1)(5)KEDIRI. Pasang surut kondisi fisik seseorang, hal yang wajar dan umum terjadi saat beraktifitas, khususnya ketika aktif dilapangan, termasuk salah satu kru Penrem 082, Serma Rusmanto ,yang sehari-hari mondar-mandir mendokumentasikan aktifitas TMMD 103 dalam rekaman video. Sebagai Bati Kamera Video, tidak jauh berbeda dengan orang-orang disekitarnya, bisa merasakan capek, juga letih, dan itu normal. jumat (19/10/2018)

Suhu dalam ukuran celcius di Desa Blimbing ,Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, cukup dingin, terutama saat matahari sudah tidak lagi menunjukkan sinarnya. Di siang hari, walaupun matahari bersinar terang, tidaklah cukup membuat panas hawa diseputaran desa yang terletak di lereng Gunung Wilis.

“Umumnya, warga disini sudah terbiasa mandi dipagi hari, tetapi untuk orang yang tidak terbiasa, atau biasa tinggal diperkotaan, pasti akan berpikir dua kali untuk mandi dipagi hari. Air terasa seperti es, dingin sekali,” cetus Serma Rusmanto.

Kesibukan mengambil momentum setiap aktifitas TMMD, ia tidak merasakan hawa panas sama sekali. Ia justru nyaman dengan udara yang ada disitu, karena siangpun ,tidak ada panas yang menyengat. Beda sekali saat beraktifitas sehari-hari di Mojokerto, selain harus menghadapi terik panas matahari, debu dan asap polusi terpaksa sesekali dihirupnya.

“Pohon atau tanaman disini masih sangat hijau. Dimana-mana ada pohon yang rindang dan cocok untuk berteduh. Beda sekali dengan saat berada diperkotaan. Walaupun ada pohon yang cukup rindang, tidak cukup untuk membuat kesejukan tersendiri,” ujarnya.

Selain harus beradaptasi secara instant dengan kondisi yang ada di desa tersebut, ia juga dipaksa untuk menantang alam, khususnya saat mengambil setiap dokumentasi dalam bentuk rekaman video. Hal ini bisa dimaklumi, jalanan didesa ini masih didominasi jalanan berbatu dan jalan setapak. (Penrem 082/CPYJ).

 

Related For Temperatur Lereng Gunung Wilis Dinginkan Beratnya Peliputan TMMD