Tantangan Informasi Medsos Dibahas Lewat Kopi Bareng Danramil

1 (1)(7)

KEDIRI. Rasa Penasaran, seperti apa dunia Pers itu, Danramil Papar, Kapten Chb Mulyono bertanya jawab langsung dengan pelaku jurnalistik dari salah satu media online yang cukup terkenal. Di Makoramil Papar, perbincangan dengan Budi, salah satu wartawan yang berdomisili di Kediri. minggu (10/2/2019)

“Medsos ini ada informasi, dan informasinya ditulis siapa saja, tidak perlu persyaratan, siapapun dapat menulis. Bagaimana rekan-rekan Pers menyikapi tulisan-tulisan yang ada di medsos,” tanya Kapten Chb Mulyono.

Budi menjawab, bahwa memang medsos ditulis siapa saja, kemudian kapan saja, sehingga cepat sekali tersebar. Benar tidaknya tulisan itu, Menurut Budi, kalau memang berita itu ditulis dengan benar tidak apa-apa, tetapi kalau tidak benar, tulisan itu sangat merugikan.

“Di medsos, ditulis siapa saja, kemudian dishare lagi, dishare lagi dan dishare lagi, jadi cepat sekali tersebar. Benar tidaknya tulisan itu, tidak diperhatikan atau diperhatikan, tergantung pembaca di medsos. Kalau benar tidak apa-apa, tetapi kalau tidak benar, tulisan itu sangat merugikan, karena mengandung berita bohong,” jawab Budi.

Sedangkan di media berbasis jurnalistik, dikatakan Budi, setiap berita harus melewati beberapa tahap, salah satunya harus melewati redaksi. Sebelum berita itu melewati redaksi, dijelaskan Budi, penulis berita sudah memperhatikan secara cermat, apakah tulisannya ini sudah tepat atau belum.

Lanjut Budi, berbeda dengan medsos, yang tanpa filter apapun dan ditulis kapanpun atau disebarkan kapanpun. Benar tidaknya tulisan, tergantung penulis di medsos itu sendiri. Hal inilah dijadikan pembanding paling mudah, antara medsos dengan media berbasis jurnalistik.

“Tantangan kedepan, medsos akan semakin banyak penggunanya, tetapi kami percaya dan yakin, kalau media berbasis jurnalistik lebih baik dan lebih terjamin informasinya. Bagaimana menyikapi tantangan medsos, yang banyak penggunanya,” tanya Kapten Chb Mulyono.

Budi sependapat dengan apa yang dikatakan Kapten Chb Mulyono sebelumnya, bahwasannya, media berbasis jurnalistik lebih terjamin informasinya. Hal ini dijelaskannya, karena setiap berita ditulis berdasarkan sumber, dan sumber ini menjelaskan kejadian, kapan dan dimana.

“Setiap berita ditulis berdasarkan sumber, dan sumber ini menjelaskan kejadian, kapan, dimana. Setiap berita yang ada, dibaca oleh pembaca, yang kemungkinan juga membaca di medsos, dan nantinya pembaca bisa membedakan, mana berita yang bersumber dari kejadiannya,” jelas Budi.

Bisa ditarik kesimpulan dari perbincangan keduanya, bahwasannya media berbasis jurnalistik lebih dapat dipercaya ketimbang informasi di medsos. Hal ini dikarenakan di media berbasis jurnalistik, ada yang namanya redaksi dan redaksi inilah yang memfilter berita. Berbeda dengan medsos, yang belum tentu kebenarannya, lantaran tanpa filter. (Penrem 082/CPYJ).

  

Related For Tantangan Informasi Medsos Dibahas Lewat Kopi Bareng Danramil