Sertu Suwondo Bedah Info Tani Di Desa Kepuh

3

Kediri. Salah satu warung yang berdekatan dengan lapangan Desa Kepuh, menjadi objek Sertu Suwondo untuk menggali informasi seputar hasil tani jagung yang ada di Desa Kepuh. Untuk mengetahui informasi tersebut lebih dalam, ia bertanya jawab langsung dengan petani setempat. Kamis (7/2/2019)

Kesempatan tak disia-siakan Sertu Suwondo, ketika melihat ada beberapa warga yang sudah “stand bay” di warung milik Totok, warga Desa Kepuh. Bincang santai[un dilakukan, seiring cuaca cukup cerah saat itu.

Dikatakan Sukandar, warga Desa Kepuh, harga jagung saat ini mencapai Rp 700.000,- per kwintal atau Rp 7.000,- per kilogram. Harga tersebut, dirasa sudah cukup untuk mendongkrak pendapatan petani. Kondisi saat ini, harga jagung relatif stabil, kalapun toh naik turun, tidak seberapa dan tidak terlalu berpengaruh.

Sedangkan pasokan air ke sawah-sawah, kendati saat ini musim hujan, masih berlum berdampak bagi pertumbuhan jagung. Tetapi, kondisi saat ini tentunya akan berbeda dibanding dua minggu kedepan, dan Sukandar tidak bisa memastikan, apakah nantinya air hujan berpengaruh atau tidak.

Hal ini dijelaskan Sukandar, walaupun saat ini curah hujan masih belum berpengaruh, tetapi bila curah hujan terus menerus mengalami peningkatan, tentunya akan berpengaruh pada pertumbuhan jagung. Cuaca yang terus menerus mendung ditambah turun hujan deras, dipastikan bakal mempengaruhi sawah-sawah milik warga Desa Kepuh.

Mujianto, warga Desa Kepuh, menambahkan, hasil jagung di Desa Kepuh relatif bagus, rata-rata mencapai sekitar 510 kwintal hingga 540 kwintal per bahu (0,7 hektar). Tertinggi hasil panen jagung di Desa Kepuh berkisar 570 kwintal hingga 590 kwintal per bahu (0,7 hektar). Sedangkan hasil terendah, berkisar 450 kwintal hingga 480 kwintal per bahu (0,7 hektar).

Mayoritas, jagung milik petani Desa Kepuh dijual kepada para pedagang jagung, dan jual beli dilakukan secara terbuka. Terkait pembayaran penjualan jagung, dikatakan Mujianto, petani menerima uang secara cash alias tunai dari pedagang jagung. Umumnya pedagang jagung itu menjualnya kembali ke pasar-pasar besar, baik dari Kediri maupun diluar Kediri.

Minoritas hasil jagung petani, sebagaimana dijelaskan Mujianto, jagung dijual ke pabrik-pabrik jagung yang ada di Kediri atau di luar Kediri, baik sebagai makanan ringan atau snack, maupun tepung jagung.

Warung tempat bincang santai ini tidak terlalu luas, juga tidak terlalu sempit. Kendati sajian yang ada di meja relatif sederhana, warung ini tidak pernah sepi, entah hanya sekedar ngopi atau memang sengaja mengisi perut. Keberadaan warung, tidak lagi sekedar kebutuhan perut, tetapi bisa difungsikan sebagai sarana komunikasi, termasuk apa yang sudah dilakukan Sertu Suwondo. (Penrem 082/CPYJ).

 

 

Related For Sertu Suwondo Bedah Info Tani Di Desa Kepuh