Penelusuran Historis Jejak Babad Desa Di Kediri

1 (3)(2)

Kediri. Salah satu tempat yang sangat dikeramatkan warga Kecamatan Papar pada umumnya dan Desa Ngampel pada khususnya adalah lokasi yang berada persis ditengah sawah. Lokasinya sendiri cukup jauh dari jalan utama Kediri arah Surabaya, dan diperkirakan jarak dari jalan utama tersebut menuju lokasi, mencapai sekitar 4 kilometer.

Punden tersebut terletak di Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, dan lokasinya cukup sejuk, lantaran banyak pepohonan berukuran besar ada ditempat tersebut.

Punden Mbah Siti Aminah atau lebih dikenal warga sebagai Punden Mbah Ngampel, menjadi lokasi yang disambangi Serda Imam Khoiri, dan untuk menggali lebih dalam keberadaan punden tersebut, Babinsa Ngampel itu mengajak juru kunci, Mbah Kasmi untuk berbincang santai di lokasi ini. rabu (6/2/2019)

Lewat “Mlaku Mlaku Babinsa”, Serda Imam Khoiri menggali informasi dari sumber yang paling dapat dipercaya dan mendekati keakuratan dengan nilai sempurna. Pengalian informasi ini sekaligus sebagai komunikasi interaktif antara Babinsa dengan seluruh komponen maupun elemen masyarakat, khususnya di Desa Ngampel.

Menurut cerita Mbah Kasmi, punden ini sudah turun temurun dan sudah ada sejak era kolonial Belanda. Dirinya mengaku, berstatus generasi kesekian, bukan generasi pertama atau kedua, sehingga kesempurnaan informasi mungkin tidak 100%.

Dikatakan Mbah Kasmi, Mbah Siti Aminah atau Mbah Ngampel, sesungguhnya bukan orang Kediri asli, tetapi orang dari Jawa Tengah atau tepatnya di daerah Megilan. Babad desa dilakukan sejak ratusan tahun lalu, dan kepastian tahun berapa desa ini ada, Mbah Kasmi menjawab, tidak tahu persis.

Kendati tidak persisnya desa tersebut mulai ada, setiap tahunnya warga Desa Ngampel selalu “Nyadran” ditempat ini, dan kegiatan itu dilakukan secara rutin tanpa absen satu kalipun. Kegiatan yang paling umum ialah setiap peringatan “Tahun Baru Suro”.

Mbah Kasmi menuturkan, dilokasi ini sebenarnya ada pohon berukuran besar dan usianya lebih dari 100 tahun atau 1 abad. Tetapi pohon tersebut sudah hilang, lantaran ditebang oleh salah satu perangkat desa di era 80an. Usai pohon itu ditebang, sang perangkat desa dalam hitungan hari, telah meninggal dunia dikarenakan sakit. Hal itulah yang menjadikan lokasi ini sangat dikeramatkan.

Punden ini agak berbeda dari punden-punden lainnya, kondisi disekitarnya cukup bersih dan jauh terkesan angker. Semua dedaunan yang kering atau rontok ke tanah, setiap harinya dibersihkan Mbah Kasmi. Selain ada punden, disampingnya ada pohon bamboo yang cukup menarik. Dikatakan menarik lantaran pohon bambu ini sebenarnya cuma satu, tetapi ada dua jenis yang tumbuh, yaitu bambu warna hijau dan bambu warna kuning.

Selain itu, tepat diareal tersebut, ada bangunan pendopo dan bangunan ini cukup luas. Pendopo inilah yang digunakan warga saat kegiatan peringatan Tahun Baru Suro. Bangunannya terlihat sangat terurus dan terlihat terpelihara dengan baik.

Meskipun lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga (pemukiman paling dekat berjarak sekitar 200 meter), punden ini sering dikunjungi warga, baik yang berasal dari Desa Ngampel maupun yang berdomisili disekitarnya atau dalam artian Kecamatan Papar. Berbagai maksud dan tujuan, warga mendatangi lokasi tersebut, dan tentunya mereka sudah mengenal betul keberadaan punden ini.  (Penrem 082/CPYJ).

 

Related For Penelusuran Historis Jejak Babad Desa Di Kediri