Optimalisasi Dalam Workshop Peningkatan Takmir dan Khotib

 3 (1)

KEDIRI    Departemen Agama Kediri bersama DMI (Dewan Masjid Indonesia) cabang Kecamatan Pesantren menggelar workshop Peran Fungsi Takmir Masjid  serta Khotib dalam memakmurkan Masjid”, yang diadakan di aula Kecamatan Pesantren. Workshop ini diikuti Kepala Depag Kediri M.Zuhri, Ketua DMI Kediri K.H.Abubakar Abdul Jalil, Danramil Pesantren Kapten Arm Nur Solikin, Kapolsek Pesantren Kompol Nursyiana dan Camat Pesantren Eko Lukmono Hadi, Minggu (04/03/2018). 

Menurut Eko Lukmono Hadi, sebagai tempat ibadah umat Islam, bangunan masjid haruslah memungkinkan seorang melaksanakan ibadah dengan tenang. Sarana yang menunjang kearah itu haruslah diwujudkan sedemikian rupa. Memang pada awalnya sebuah masjid hanyalah suatu tempat yang dinyatakan sebagai tempat ibadah. Dengan itu maka berfungsilah masjid dengan segala konsekuensinya. 

“Sebagai tempat ibadah, maka masjid harus memberi nuansa kekhusukan disamping kesucian dan kebersihan lingkungan merupakan sesuatu yang mutlak harus diupayakan. Setiap kegiatan yang dilakukan di dalam masjid haruslah berimplikasi kemanfaatan dalam kehidupan masyarakat,” kata Eko Lukmono Hadi. 

Sementara itu, M.Zuhri menjelaskan, upaya memakmurkan masjid dapat dilakukan dengan serangkaian kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang. Organisasi Takmir masjid dapat dibuat untuk usaha-usaha tersebut di atas. Struktur organisasinya paling tidak terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara serta Bagian-bagian yang diperlukan. 

“Idaroh atau kegiatan administrasi, Imaroh atau kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada pembinaan jamaah serta Ri’ayah, yaitu kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan fisik. Takmir masjid disamping mengarahkan jamaahnya agar memiliki akidah yang kuat, juga berkwajiban mendorong jamaahnya agar senantiasa menjaga kerukunan diantara warga masyarakat,” jelas M.Zuhri. 

Demikian juga K.H.Abubakar Abdul jalil pada kesempatannya bicara menjelaskan bahwa tanggung jawab takmir masjid di sini dapat dikatakan amat berat namun sangatlah mulia. Takmir masjid harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjauhi sifat-sifat takabur dan riya’. Tidak pernah membanggakan diri dan besar kepala karena aktifitas dan kegiatannya yang semarak. Takmir masjid harus rela berkorban demi kemaslahatan jamaahnya. 

Workshop ini juga diikuti seluruh Takmir yang ada di seluruh Kecamatan Pesantren dan Kepala Kelurahan se-kecamatan Pesantren. Selain itu, workshop ini juga menjelaskan kondisi Masjid saat ini, terutama di Kecamatan Pesantren, baik fisik bangunan maupun hal-hal lain yang terkait dengan segala kegiatan keagamaan. (Penrem 082/CPYJ).

Related For Optimalisasi Dalam Workshop Peningkatan Takmir dan Khotib