Majelis Silaturahim FKUB Perkuat Toleransi antar Umat Beragama

21 03 2017 temu fkub (5)
Kediri, Menyikapi kondisi terkini terkait hal-hal yang sensitif berbau SARA, FKUB Kota Kediri bekerjasama dengan Pemkot Kediri, Kodim 0809/Kediri dan Polresta Kediri mengadakan malam harmoni dalam Majelis Silaturahim FKUB. Temu lintas agama tersebut berlangsung di STAIN Kota Kediri dan dihadiri Wakil Walikota Kediri, Hj.Lilik Muhibah, Pabung Kodim Kediri, Mayor Inf Puguh Jatmiko (mewakili Dandim Kediri), Kapolsek Kota, Kompol Totok Widarto (mewakili Kapolresta), Danramil Kota, Kapten Inf Harmadi dan Camat Kota Herry Purnomo, selasa (21/03/2017)
 
“Agama adalah pilihan semua orang dan itu hak pribadi masing-masing yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun, apalagi semboyan bangsa ini Bhinneka Tunggal Ika ,jelas-jelas memberikan kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Tindakan intoleransi sudah sangat jelas melanggar batas Bhinneka Tunggal Ika ,sekaligus melanggar hak asazi manusia, kita harus menolak dan melawan tindakan intoleransi muncul dan berkembang di Kota Kediri,” tegas Mayor Inf Puguh Jatmiko.
 
Disamping sejumlah Muspida yang hadir ,acara tersebut juga diikuti tokoh lintas agama di Kota Kediri ,antara lain, KH. Anwar Iskandar (Islam), Komang Y. (Hindu), Budi Santoso (Budha), Timotius Kabul (Kristen Protestan), RM. Cahyono Eko Sugiharto (Kristen Katolik), Prayitno (Konghuchu) dan Partono (Penghayat)
 
“Keberagaman bangsa ini harus kita sadari, yang beragama Islam bergandengan tangan dengan yang Kristen, yang beragama Budha duduk bersama dengan yang Hindu, yang memegang penghayat berangkulan dengan yang Islam dan Kristen, yang berkeyakinan Konghucu berjalan bersama dengan yang Budha dan Hindu. Damai itu sangat indah bila semua pemeluk agama yang berbeda-beda saling menghargai dan saling menghormati, tidak ada gesekan yang harus diperdebatkan,”kata H.M.Salim selaku Ketua FKUB Kota Kediri.
 
“Toleransi adalah solusi dari perbedaan yang ada di sekitar kita, untuk itu tidak relevan kita mencari permasalahan dari perbedaan itu. Kita memang beda keyakinan bukan berarti tidak bisa bersatu, kita berbeda etnis bukan berarti kita tidak bisa hidup berdampingan. Kita lahir sebagai orang jawa juga bukan kehendak kita, kita lahir sebagai orang batak juga bukan kemauan kita, tapi karena hak absolut Tuhan Maha Pencipta. Kita memilih agama mana yang kita percayai adalah hak masing-masing, kita menjalankan ibadah sesuai keyakinan kita adalah hak yang tidak boleh diganggu gugat,”tambah RM. Cahyono Eko Sugiharto.. (Penrem 082/CPYJ).

Related For Majelis Silaturahim FKUB Perkuat Toleransi antar Umat Beragama