Kepedulian Lewat Tali Asih Dari Kediri Untuk Negeri

 1 (1)
KEDIRI.-    Yayasan dan Universitas Prof.Dr.Moestopo bersama Kodim 0809/Kediri, menyerahkan secara simbolis dan langsung kepada 102 anggota LVRI, Pepabri dan Perip se-Kecamatan Ngadiluwih, yang diadakan di balai Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih. 102 paket tali asih ini diserahkan terkait agenda khusus berlebel “Dari Kediri Untuk Negeri” yang dikemas secara bersamaan dengan “Kediri bersholawat”, tidak lepas dari kepedulian atas jasa anggota LVRI, Pepabri dan Perip kepada bangsa dan Negara, selasa (15/05/2018)
 
“Ini bentuk perhatian kami kepada LVRI, Pepabri dan Perip, yang telah mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara, semasa mereka aktif menjadi bagian dari TNI. Tali asih ini tidak bisa membayar lunas apa yang sudah bapak-bapak ketika masih mengangkat senjata demi kedaulatan negeri ini. Kami sebagai generasi muda, sangat berterima kasih atas perjuangan bapak-bapak,” kata Kusnanto yang merupakan cucu dari Prof.Dr.Moestopo, sesaat sebelum penyerahan tali asih secara simbolis tersebut.
 
Terkait acara dari Kediri untuk negeri dengan Kediri Bersholawat yang diselenggarakan di lapangan Tamtama, Kusnanto menyampaikan pandangannya terkait koneksi antara religius dan nasionalisme. Menurutnya, keduanya tidak bisa dipisahkan dari historis bangsa ini ketika membuka pintu gerbang kemerdekaannya untuk pertama kalinya, dengan dicetuskannya Proklamasi.
 
Nasionalisme ,menurut Kusnanto, ada karena dorongan untuk menjadikan persatuan dan kesatuan dari sekian banyak keberagaman, dari suku, adat ,ras dan agama, semua bersatu. Nasionalisme akan runtuh bila keberagaman tidak diiringi dengan kesadaran akan satu bangsa, satu bahasa, satu nusa.
 
Senada dengan apa yang dikatakan Kusnanto, Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno berpesan kepada seluruh anggota LVRI, Pepabri dan Perip se-Kecamatan Ngadiluwih, agar senantiasa tetap konsekuen menjaga Pancasila dan UUD 1945 dalam konteks bingkai NKRI. Disamping itu, ia merasa hubungan antara LVRI, Pepabri dan Perip dengan dirinya tidak boleh ada jarak, karena keduanya saling berhubungan.
 
“Bapak-bapak ini senior saya, mungkin ketika masih aktif dulu, saya masih belum lahir, jadi anggap saja, saya ini anak dari bapak-bapak dan bapak-bapak ini adalah orangtua saya. Bila ada saran atau nasehat yang positif, saya selaku anak akan mendengarkannya dengan baik-baik,” tuturnya. 
 
Secara simbolis, Kusnanto bersama Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Habib Jafar bin Utsman Al Jufri dari Jafar Mania Community (JMC), Habib Ali bin Hasan Baharun dari Majelis Ta’lim Dzikir dan Sholawat Junuudul Musthofa, Danramil Ngadiluwih Kapten Inf Supriyadi dan Kapolsek Ngadiluwih AKP Shokib Dimyati menyerahkan 102 paket tali asih, selanjutnya secara keseluruhan diserahkan secara beranting oleh anggota Koramil 07/Ngadiluwih. (Penrem 082/CPYJ).

Related For Kepedulian Lewat Tali Asih Dari Kediri Untuk Negeri