Jalan Lintas Desa, Merubah Yang Tidak Ada Menjadi Ada

1 (5)KEDIRI. Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno menyampaikan penjelasannya seputar keberadaan TNI bersama masyarakat di Desa Blimbing dan Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, sekaligus apa saja yang sudah dilakukan selama hampir sebulan ini. Balai Desa Blimbing menjadi tempat kehadiran aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto , Danrem 082 Kolonel Arm Budi Suwanto, Wakapolresta Kediri Kompol Iwan Sebastian dan Wakil Bupati Kediri Masykuri. rabu (7/11/2018)

Menurut Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, semua program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah non Departemen, Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, dilaksanakan secara inegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan.

“Manfaat yang berhubungan dengan pertahanan negara dari program tersebut, akan memantapkan kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam rangka mewujudkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh, guna menciptakan suasana kondusif bagi terwujudnya stabilitas keamanan dalam negeri,” katanya.

Saat pelaksanaan, khususnya agenda sektor fisik, yang dirasakan ialah kondisi medan yang cukup menyulitkan keluar masuk truk pengangkut material bahan bangunan. Solusi dari kesulitan dilapangan dilakukan dengan cara melangsir atau berjalan kaki menggunakan alat angkut dorong manual.

“Perjalanan dari Desa Blimbing menuju Desa Jugo atau sebaliknya, dulunya belum ada akses jalan yang ideal. Butuh waktu sekitar 40 hingga 50 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dengan melewati jalur Kediri menuju Tulungagung atau sebaliknya,” ungkapnya kepada Ketua RT, Ketua RW, PKK, Karang Taruna dan perangkat desa se-Desa Blimbing dan Jugo.

Dengan keberadaan jalan lintas desa ini, dipastikan mempersingkat waktu tempuh sekitar 10 hingga 15 menit. Dampak positif adanya akses jalan tersebut, sangat besar kemungkinan meningkatkan taraf kesejahteraan warga Desa Blimbing dan Jugo.

Terhitung hari ini, pembangunan jalan lintas desa selebar 3 meter, ketebalan 20 centimeter dan panjang 1.782,5 meter, sudah mencapai 96,4 % atau 1.718 meter panjang jalan, sudah rampung dikerjakan. Sedangkan sisanya 3,6 % atau 64,5 meter panjang jalan masih belum diselesaikan.

Renovasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), dari 100 unit rumah yang tersebar di Desa Blimbing dan Jugo, hingga hari ini proses pengerjaan sudah mencapai 95 % atau 95 unit rumah telah dinyatakan selesai, sedangkan sisanya, 5 % atau 5 unit rumah masih dalam pengerjaan. 

Agenda non fisik, tercatat ada 18 dan 15 agenda sudah dijalankan, sedangkan 3 lainnya masih belum dilaksanakan. Ketiga agenda non fisik yang belum dilaksanakan ialah hiburan rakyat berupa kesenian campursari yang bakal dihelat pada 10 Nopember 2018 di Desa Jugo, hiburan rakyat kesenian ketoprak pada 11 Nopember 2018 di Desa Jugo atau tepatnya di lapangan Secang Sewu, serta pengobatan gratis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri pada 13 Nopember di Desa Mlati.  (Penrem 082/CPYJ).

 

Related For Jalan Lintas Desa, Merubah Yang Tidak Ada Menjadi Ada