Ini Pesan Danramil Pare Dalam Wawasan Kebangsaan Kepada Pelajar

1 (3)

KEDIRI. Mengawali jenjang pendidikan yang baru, siswa-siwi SMK Chanda Birawa Pare Kediri yang notabene berstatus pelajar baru, kali ini mendengarkan secara langsung wawasan kebangsaan dan bela negara yang disampaikan Danramil Pare Kapten Inf Sutejo. Siswa siswi yang duduk di bangku kelas 10 atau kelas 1 ini, sengaja berkumpul di halaman sekolah mereka untuk menjalani MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah), termasuk salah satunya wawasan kebangsaan dan bela negara, selasa (10/07/2018)

“Setiap kali MPLS, kita mengadakan wawasan kebangsaan dan bela negara yang dikhususkan bagi anak-anak yang duduk di bangku kelas 10. Target kita kepada anak-anak untuk materi wawasan kebangsaan dan bela negara ini ialah mengenal lebih dalam jati diri mereka sebagai warga negara Indonesia,” ungkap Kepala Sekolah SMK Chanda Birawa Dra.Yuni Hernawati.

Lebih lanjut, ia sendiri merespon dampak positif maupun negatif dari pengaruh perkembangan teknologi komunikasi, terutama yang melalui akses internet. Dengan adanya wawasan kebangsaan dan bela negara ini, ia berharap dapat menepis pengetahuan yang bertolak belakang dengan identitas bangsa Indonesia.

Dalam wawasan kebangsaannya, Kapten Inf Sutejo mengingatkan akan pentingnya mencermati konten-konten yang tersebar di media sosial yang mengandung unsur perpecahan. Apalagi, banyak konten berbau hoax atau berita bohong yang sengaja disebarluaskan.

“Media sosial itu bisa berdampak positif, tetapi juga negatif, tergantung orang yang menggunakannya. Sebagai orang yang terpelajar, tidak boleh kita menelan mentah-mentah apa saja yang ada di media sosial, kita cermati dulu kebenarannya. Suriah adalah contoh nyata, hoax yang disebarluaskan secara masif, berujung pada perpecahan suatu bangsa,” jelasnya.

Media sosial menurutnya, telah mengambil alih konsentrasi informasi publik, karena bisa diisi sendiri dan disebarluaskan sendiri. Menjaga kerukunan antar umat beragama ditengah-tengah maraknya konten yang berbau SARA di media sosial, harus ada dalam pikiran seorang pelajar.

Sementara itu, Drs.Muhariono selaku Wakil Kepala Sekolah, menanggapi wawasan kebangsaan dan bela negara yang disampaikan di halaman sekolahnya, menurutnya pengaruh dari keberadaan media sosial sangat mengkhawatirkan, khususnya konten yang berbau hoax atau berita bohong. Demikian juga konten-konten yang mengarah pada hal-hal yang sensitif ,seperti SARA, kerap kali menjadi perdebatan atau argumen di media sosial, yang mungkin saja bisa berpengaruh pada pandangan anak-anak didiknya. (Penrem 082/CPYJ).

 

Related For Ini Pesan Danramil Pare Dalam Wawasan Kebangsaan Kepada Pelajar