Ini Penjelasan Danramil 0809-Wates Terkait Lomba HUT RI Dalam Filosofi

3(3)KEDIRI. Peringatan HUT RI sangat identik dengan berbagai kegiatan yang terarah pada lomba dan lomba tersebut umumnya diadakan tingkat RT, RW maupun pemerintah desa, termasuk di Kediri. Persiapan jelang peringatan HUT RI ke-73, Muspika Wates mengadakan rapat PHBN terkait lomba-lomba yang akan diadakan pihak Kecamatan, dalam hal ini Kecamatan Wates, Senin (23/07/2018).Rapat PHBN yang diadakan di balai Kecamatan Wates tersebut diikuti Danramil Wates Kapten Kav Adi, Kapolsek Wates AKP Suharsono, Camat Wates Arif Gunawan serta Kepala Desa se-Kecamatan Wates.

 “Kebersamaan adalah yang paling utama dari perlombaan ini, siapa yang menang siapa yang kalah itu hanya sekedar pembanding antara peserta satu dengan peserta lainnya, bukan berarti itu prestasi, melainkan hanya sekedar meluapkan emosional semata dalam rangka turut meramaikan HUT RI,” kata Arif Gunawan dalam rapat PHBN.

 Sementara itu, Kapten Kav Adi menjelaskan bahwa lomba-lomba HUT RI bagi orang jawa memiliki filosofi tersembunyi, seperti lomba makan krupuk, di lomba ini para peserta berlomba untuk memakan kerupuk masing-masing dan pemenangnya adalah peserta yang paling cepat memakan habis kerupuknya.

 Lomba ini mengajarkan betapa masyarakat tetap bersemangat meskipun dalam penjajahan dan didera kesulitan pangan, sandang, dan papan, akibat hasil panen utama yang diambil kaum penjajah.Dengan simbol rasa semangat itu juga, masyarakat menghadirkan kembali dalam perlombaan ini sebagai pengingat mereka akan kondisi yang terjadi di masa penjajahan,” ujarnya.

 Lanjutnya, balap karung merupakan lomba tradisional yang hingga kini masih terkenal dan populer pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Pada perlombaan ini aturan mainnya adalah peserta memasukkan setengah badannya ke dalam karung, kemudian lari dengan lompatan sampai ke garis akhir.Filosofi yang bisa diambil ialah rakyat pada zaman penjajahan menggunakan pakaian dengan bahan karung goni ,seperti halnya karung goni yang dipakai saat balap karung. Ini juga merupakan pengibaratan kesulitan yang dialami rakyat selama zaman penjajahan,” pungkasnya.

 Senada dengan hal itu, AKP Suharsono menambahkan ,”Bisa dikatakan perlombaan dalam rangka HUT RI memiliki filosofi ,sesulit apapun keadaan ketika masa kemerdekaan, masyarakat tetap bersemangat dalam kehidupan sehari-hari serta berjuang untuk meraih keberhasilan, walaupun harus dengan jatuh bangun hingga terluka.” (Penrem 082/CPYJ).

Related For Ini Penjelasan Danramil 0809-Wates Terkait Lomba HUT RI Dalam Filosofi