HUT Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Diramaikan Pagelaran Wayang Kulit

1(2)

KEDIRI.         Kelenteng Tjoe Hie Kiong menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka ulang tahunnya dan kesenian tradisional sekaligus hiburan ini disaksikan oleh Danramil Kota Kapten Arm Bangun Budi Adi, Kapolsek Kota Kompol Sucipto, Ketua Kemenag Kediri M.Zuhri dan Camat Kota Herry Purnomo. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri Ketua FKUB Kediri H.M.Salim serta H.Hadi Muntohir perwakilan dari Muhammadiyah, H.Sholehudin perwakilan dari NU, H.Usman perwakilan dari LDII, Pdt.Timotius Kabul perwakilan umat Kristen Protestan, Romo Yon perwakilan umat Kristen Katholik, Komang perwakilan umat Hindu, Iwan perwakilan umat Budha dan Prayitno perwakilan umat Konghuchu, senin (07/05/2018)

“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan rekan-rekan FKUB dan saya lihat lengkap semuanya yang hadir disini. Kami juga mengucapkan selamat datang kepada bapak Camat, Danramil dan Kapolsek. Ini sungguh suatu kehormatan bagi kami, karena semua yang kami undang, hadir semuanya,” kata Prayitno yang juga selaku pengurus Kelenteng Tjoe Hie Kiong.

Lanjutnya, Kelenteng Tjoe Hwie Kiong ini sudah berusia ratusan tahun lebih dan menurut catatan di BP3 (Balai Pelestarian peninggalan Purbakala), kelenteng ini tercatat dibangun mulai tahun 1817, atau bila ditarik hitungan tahun ini, maka usia kelenteng ini sudah mencapai 201 tahun. Menurutnya, usia 201 tahun untuk ukuran bangunan, sangatlah tua.

“Ketika saudara kita merayakan Hari Natal tahun kemarin, kami hadir ditengah-tengah mereka. Lebih sebulan lalu, saudara kita merayakan Hari Raya Nyepi, kami juga hadir, dan sudah pasti bulan depan kami akan hadir ketika saudara kita merayakan Hari Raya Idul Fitri. Malam ini, kami merayakan ulang tahun tempat ibadah kami, dan ternyata, semua datang komplit,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan H.M.Salim, saling mengunjungi saudara-saudara mereka yang berbeda keyakinan sudah menjadi tradisi ,khususnya di Kediri ini. Bahkan ,ia mengakui, di Kediri sejak ia lahir, belum mendengarkan secara langsung ,adanya gesekan antar umat akibat perbedaan keyakinan.

Dengan lakon “Petruk Dadi Ratu” oleh Ki dalang Rudi Gareng, menyampaikan pesan-pesan kerukunan antar umat beragama yang tertuang dalam alur cerita. Tidak hanya itu, beberapa sisipan cerita kebersamaan umat beragama, juga disampaikan dengan bahasa yang jelas, walaupun dalam konteks cerita aslinya, cerita atau pesan itu tidak ada. (Penrem 082/CPYJ).

Related For HUT Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Diramaikan Pagelaran Wayang Kulit