HJB KE- 340, DANDIM BOJONEGORO TERIMA PENGHARGAAN DARI BUPATI

1 (4) 2 (3)
BOJONEGORO, –  Ribuan warga Bojonegoro, Jawa Timur, turut mengikuti Grebeg Berkah Jonegaran dalam Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 340 di Alun-alun setempat, Kamis (19/10/2017).
Grebeg Berkah Jonegaran ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas berkah hasil bumi yang sudah diberikan.
 
Upacara Grebeg Berkah Jonegaran ditandai dengan arak-arakan gunungan yang berisi berbagai macam produk hasil pertanian setinggi 1,75 meter. Kemudian diringi gunungan dari 28 Kecamatan yang juga berisi produk hasil pertanian. 
 
Diikuti iring-iringan Kepala Organisasi Prangkat Daerah (OPD) beserta istri, Camat se- Kabupaten Bojonegoro, dan para Kepala Desa. Mereka mengenakan pakaian adat Jawa, mengitari alun-alun Bojonegoro.
 
Disusul kemudian Bupati Bojonegoro, Suyoto beserta isteri, Dandim 0813 Letkol Inf M. Herry Subagyo beserta isteri, Kapolres AKBP Wahyu Sri Bintoro, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pimpinan dan anggota DPRD.
 
Dalam sambutannya, Bupati Suyoto menceritakan sedikit tentang sejarah berdirinya Bojonegoro. Menurut dia, ratusan tahun yang silam Bojonegoro adalah sebuah lautan. Karena itu banyak ditemukan benda-benda bersejarah berupa tulang-tulang hewan purba.
 
Lebih lanjut diceritakan, dalam sejarah, Nganjuk dulu juga masuk Bojonegoro ketika masih bernama Rajekwesi. Terjadinya pergantian nama dari Rajekwesi tidak lepas peran Raden Tumenggung Sosrodiningrat (1821-1823).
 
Pergantian nama itu, merupakan hasil kompromi dengan Belanda yang mengandung arti bahwa Bojonegoro adalah tempat mencari makan bersama. Menurut dia, dulu Belanda tidak berhasil menaklukkan Sosrodiningrat.
 
Selain itu juga Bupati Suyoto menceritakan tentang keberhasilan Bojonegoro, yang berhasil keluar dari sepuluh Kabupaten termiskin di Jatim. Keberhasilan ini tidak lepas dari semua elemen masyarakat Bojonegoro yang bersama-sama mensukseskan dan mendukung program pemerintah kabupaten.
 
“Dulu tidak ada orang yang rekreasi ke texas Wonocolo, Bukit Tono, atau Bukit Cinta. Tapi tahun lalu sudah ada 700 ribu wisatawan yang datang ke sana. Ini akan terus kita kembangkan agar jumlah wisatawan yang datang ke Bojonegoro meningkat,” ungkapnya.
 
Menurutnya, meski Bojonegoro memiliki banyak keterbatasan. Namun semua itu dapat ditaklukan bersama-sama, yaitu dengan tekad dan semangat kuat.
 
“Dulu banyak anak yang tidak sekolah, sekarang anak di Bojonegoro sekolah semua. Dulu banjir menjadi momok yang menakutkan, sekarang menjadi tempat rekreasi. Dulu perguruan silat bikin takut masyarakat, sekarang guyub dan rukun. Itu semua hanya ada di Bojonegoro,” ujar Bupati yang akrab di sapa Kang Yoto dihadapan ribuan warga yang memadati Alun-alun.
 
“Karen itulah kenapa hari jadi tahun ini kita mengambil tema Bersatu Melangkah Maju,” lanjut Kang Yoto.
 
Pada kesempatan itu, juga memberikan penghargaan kepada beberapa orang-orang yang berjasa kepada Bojonegoro. Di antaranya warga Karangsono yang sudah mau menghibahkan tanahnya untuk Gedung SD, Kyai Alamul Huda tokoh agama yang berhasil mencipatakan persatuan, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro yang berasil mendirikan Kampung Pesilat.
 
Kemudian Komandan Kodim 0813 Letkol Inf M. Herry Subagyo, Dr. Suraya yang mendedikasikan hidupnya di bidang kesehatan, dan Ali Fatikin yang sudah purna tapi masih mengabdikan dirinya kepada dunia pendidikan. “Penghargaan ini bukan dari saya, tapi atas nama rakyat Bojonegoro,” tegas Kang Yoto. (Penrem 082/CPYJ )

Related For HJB KE- 340, DANDIM BOJONEGORO TERIMA PENGHARGAAN DARI BUPATI