Demplot Aplikasi Pupuk AGP Dalam Farmers Field Day

3(1)

KEDIRI. Hasil uji coba pupuk AGP (Agro Giri Plus) yang masuk kategori pupuk majemuk diatas lahan 1,4 hektar di Desa Karang Tengah Kecamatan Kandangan, dilakukan panen bersama dalam acara Farmers Foeld Day (FFD). Panen dari hasil uji coba pupuk majemuk ini dikuti Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur Budi Irianto, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Imam Widodo Santoso, Danramil Kandangan Kapten Czi Kustoyo, Kapolsek Kandangan AKP Eka Purnama dan Camat Kandangan Sunar Utomo, kamis (02/05/2018)

Sebagaimana dikatakan Budi Irianto, bila dihitung secara matematis, apabila lahan pertanian menggunakan pupuk majemuk, diperkirakan dalam 1 hektarnya bisa menembus angka 8,4 ton gabah kering panen ,dan biaya yang harus dikeluarkan petani dalam 1 hektarnya berkisar Rp 800.000,- per hektarnya.

“Banyak keuntungan yang didapat petani bila menggunakan pupuk majemuk, salah satunya potensi produktifitas padi bisa mencapai 8 ton lebih perhektarnya, dan hanya membutuhkan sekitar 800 ribuan lebih sedikit. Ini uji coba kita, jadi ini berdasarkan kondisi lahan yang ada di Desa Karang Tengah,” katanya.

Berdasarkan keterangan Imam Widodo Santoso, pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara yang digunakan untuk menambah kesuburan tanah. Contoh pupuk majemuk yaitu NP, NK, dan NPK.

“Penggunaan pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dari jenis tanaman yang akan dipupuk karena setiap jenis tanaman memerlukan perbandingan N, P, dan K tertentu. Di Kediri beredar beberapa jenis pupuk majemuk dengan komposisi N, P, dan K yang beragam,” jelasnya.

Menanggapi keberhasilan Poktan Tani Makmur, ia berharap uji coba penggunaan pupuk majemuk harus dilakukan penyesuaian kondisi lahan tiap-tiap desa, dengan asumsi setiap lahan diberbagai desa, kondisinya berbeda alias tidak mungkin sama. (Penrem 082/CPYJ).

 

Related For Demplot Aplikasi Pupuk AGP Dalam Farmers Field Day