Dandim Bojonegoro Jadi Narasumber Di Seminar Dan Dialog Peningkatan Toleransi & Kerukunan Beragama

1
BOJONEGORO, –     Bertempat di Gedung Pertemuan Dharma Wanita, Rabu (09/8/2017) pagi tadi berlangsung acara Seminar dan Dialog Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama.

Acara yang digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) ini mengusung tema “Membangun Negeri Dengan Semangat Gotong Royong Tanpa Melihat Latar Belakang Perbedaan Yang Ada, Demi Merajut Kebhinnekaan Dalam Bingkai NKRI” dan diikuti sekitar 200 orang terdiri dari Tokoh Agama, perwakilan Guru dan Siswa SMA/SMK, serta tamu undangan lainnya.

Hadir dalam acara ini Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo, Bupati Suyoto, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Alamul Huda, Organisasi Kepemudaan, Ketua KPLA M. Mustofa, perwakilan Kemenag Warsito, dan praktisi agamis Gus Sholahudin.

Selaku narasumber, dalam sambutannya Dandim 0813 Bojonegoro menyampaikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, dengan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Dengan beragam adat istiadat, suku, agama dan ras.

“Oleh sebab itu kita wajib berbangga, sebagai suatu negara dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, populasi penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai 250 juta. 170 juta lebih terdiri dari generasi muda, sehingga generasi muda harus kita siapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia yang akan datang.

“Diharapkan pada tahun 2033 Indonesia akan masuk dalam 5 besar kekuatan ekonomi dunia,” ucap Letkol Inf M. Herry Subagyo.

Sebelumnya, Kepala Bakesbangpol Bojonegoro Drs Kusbiyanto dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) bagi para pelajar di Kabupaten Bojonegoro.

“Keberagaman adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa kita. Utamanya di Indonesia yang memiliki latar belakang agama, suku, dan ras,” katanya.

Sejalan dengan janji kebangsaan, karenanya sudah menjadi tugas kita agar senantiasa menjaga dan menghormati.

“Seluruh lapisan masyarakat wajib ikut serta dalam bela negara, dan berperan serta dalam menjaga Kebhinekaan sebagai dasar pondasi bangsa Indonesia. Apalagi Bojonegoro telah menjadi Kabupaten OGP dan Kabupaten Welas Asih,” tandas Kusbiyanto menuturkan.
(Penrem 082/CPYJ )

Related For Dandim Bojonegoro Jadi Narasumber Di Seminar Dan Dialog Peningkatan Toleransi & Kerukunan Beragama