Dandim 0811/Tuban Lihat Senyum Petani Gabahnya Dibeli Mentan

3(2)

TUBAN – Panen raya hasil pertanian di Kabupaten Tuban dibuka secara simbolis oleh  Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), Sumardjo Gatot Irianto di Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Kamis (08/02/2018). 

Dalam rangka panen raya diawal tahun ini, Kementan RI telah menyiapkan anggaran Rp10 Miliar lebih. Jumlah ini untuk membeli 20 ribu ton gabah untuk petani di Kabupaten Tuban. Adapun untuk harga gabah yang rencana akan di beli, tergantung kualitasnya. Mulai cara panen dan kadar airnya. Sehingga harga gabah para petani akan berbeda. 

Rencananya, program yang dilakoni Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI ini akan terus bergilira. Dari satu daerah ke daerah lainnya, dengan tujuan agar produktifitas beras yang dihasilkan bias terpantau dan tentunya akan meningkat. Utamanya gabah para petani pun akan langsung dibeli oleh pemerintah. Dipastikan gabah langsung dibeli oleh pemerintah dan petani mendapatkan uang tunai di sawah langsung dalam istilah “panen pulang bawa uang”. “Dari data skala nasional panen padi sangat bagus, tetapi harganya anjlok,” ujarnya pada awak media.

Lanjut Sumardjo, dinilainya bahwa, anjloknya harga gabah adalah banyaknya informasi yang beredar akan banyaknya hasil panen. Jelas ini akan mempengaruhi tendon yang mengakibatkan menumpuknya stok gabah. Sengaja diisukan, agar harga gabah pada saat panen anjlok.

Dalam kesempatan yang sama Aster Kasad, Mayor Jendral TNI, Supartodi, juga menambahkan, TNI akan terus akan memonitor ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing, Khususnya saat ini diwilayah Kodim 0811 Tuban, per harinya rata-rata mampu menyerap 250 ton gabah dari petani. 

 “Hitungan itu akan terjadi sampai bulan Juni 2018 yang ajan datang, bukan setiap hari segitu terus,”tegasnya di depan awak media. Selanjutnya,gabah-gabah yang dibeli pemerintah lewat TNI ini akan jemur dikeringkan,setelah kering akan digiling menjadi beras dan akan dikirim ke bulog. 

Dandim Tuban Letkol Inf Nur Wicahyanyo, SE menjelaskan, luasan panen raya di Desa Kendalrejo dan desa Mojo Agung mencapai 244 hektar. Pada bulan Februari ini, panen di Kabupaten Tuban hampir tembus 10 ribu hektare. Meningkat di bulan Maret mendatang, akan mencapai 22 ribu hektar.  ” Maka sangat disayangkan kalau,pemerintah akan melaksanakan impor beras pada bulan-bulan ini,” ujarnya

Selain itu, kalau memang rencana impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat dalam musim panen raya, jelas pemerintah kabupaten Tuban menolak rencana itu. Dari data yang ada di tahun 2017 Tuban memiliki luas tanam 203.238 hektare. Dari luasan tersebut, yang berhasil panen sekira 101.156 hektare dan menghasilkan gabah 627.774 ton. kebutuhan  pangan penduduk kabupaten Tuban  1,3 juta jiwa, dengan asumsi per jiwa menghabiskan 120 Kg per tahun, maka hanya 157.819 ton yang dibutuhkan masyarakat. “Dari data di tersebut hasil panen petani Tuban selalu surplus beras 60,06% per tahun, atau setara 237,303 ton. Jadi Tuban Tolak impor beras,” tambahnya. (Penrem 082/CPYJ).

Related For Dandim 0811/Tuban Lihat Senyum Petani Gabahnya Dibeli Mentan