Bedah Sumber Tangkap Ikan Secara Massal Tanpa Alat, Tradisi Peninggalan Leluhur

23
MOJOKERTO.  Tampak ratusan warga memadati Waduk Sumber Wulu Di Dusun Sidorejo Desa Wonosari Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, mengikuti tradisi bedah sumber menangkap ikan secara masal tanpa alat, Minggu (08/10/2017).  Sekitar 900 orang warga turut meramaikan tradisi peninggalan leluhur, di waduk yang biasa digunakan untuk mengairi sawah di dusun setempat.
 
Hadir dan turut menyaksikan berlangsungnya tradisi rutin tahunan setiap menjelang musim penghujan tersebut, antara lain Camat Ngoro Muhammad Hidayad, SH., MM., Kapolsek Ngoro Kompol Drs. Khoirul Anam, Danramil 0815/12 Ngoro yang diwakili bati Wanwil Pelda Slamet.   
 
Tampak pula Tiga Pilar Desa Wonosari yakni Kades Moh. Yasin Hasyim, Bhabinkamtibmas Aiptu Dedi M dan Babinsa Serka Mohammad Dong, Ketua TP PKK Desa Wonosari beserta pengurus dan anggota, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Anggota Karang Taruna. Kegiatan tradisi bedah sumber tersebut diliput langsung oleh sejumlah awak media elektronik, cetak dan media online seperti TV One, JTV dan lain-lain.
 
Kepala Desa Wonosari, Muhammad Yasin Hasym, dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terima kasih kepada segenap panitia,  Tomas, Toga  dan Toda serta semua pihak atas terselenggaranya kegiatan bedah sumber tangkap ikan massal tanpa alat ini.  Disampaikan pula, bahwa Bedah Sumber Wulu ini yang juga merupakan Situs Desa Winosari, tidak dikomersilkan namun dalam jangka menengah dan panjang Sumber Wulu ini akan dijadikan sebagai tempat tujuan Wisata Desa. 
 
Berikutnya Camat Ngoro Muhammad Hidayad, SH., MM., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Wonosari yang  ingin menjadikan Sumber Wulu ini sebagai destinasi wisata desa ke depan, dan  berharap semua bisa terlaksana dengan baik.
 
Lanjutnya, masyarakat Desa Wonosari patut berbangga karena Sumber Wulu ini dulu adalah tempat persembunyian Raden Airlangga sekeluarga dan pasukannya yang pada saat itu akan dimusnahkan oleh Jayakatwang dan disinilah Raden Airlangga menyusun kekuatan yang pada akhirnya bisa mengalahkan dan menumpas Jayakatwang.
 
Usai sambutan, dilanjutkan Pelepasan Burung Merpati oleh Forpimka Ngoro sebagai tanda diawalinya Bedah Sumber kemudian ditutup dengan do’a oleh Ustadz Haji Syaefudin.  Dalam kegiatan bedah sumber tangkap ikan massal tanpa alat ini dimeriahkan hiburan dangdut dan elekton.
 
Tampak ratusan warga, laki-laki, perempuan, tua, muda tumplek blek di waduk Sumber Wulu untuk menangkap ikan tanpa menggunakan alat atau dengan tangan kosong.  Warga rela bergelut dengan lumpur untuk mendapatkan ikan sesuai yang diinginkan. (Penrem 082/CPYJ )

Related For Bedah Sumber Tangkap Ikan Secara Massal Tanpa Alat, Tradisi Peninggalan Leluhur