Aktifkan Poskamling Guna Cegah Tangkal Radikalisme Dan Terorisme

1 (3)

KEDIRI.-    Pos keamanan lingkungan atau akrab disebut Poskamling menjadi sarana paling efektif dari berbagai alternatif mengatasi permasalahan keamanan. Sarana pengamanan yang ada di lingkungan masyarakat ini, mulai diaktifkan kembali. Hal ini dilakukan guna mencegah sekaligus menangkal disusupinya radikalisme dan terorisme di lingkungan masyarakat, minggu (20/05/2018)

Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno menegaskan, poskamling yang ada di Kediri harus diaktifkan kembali, baik yang dulunya aktif agar tetap dipertahankan, sedangkan yang pasif agar diaktifkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Pengaktifan poskamling ini tidak lepas dari peristiwa bom bunuh diri di Surabaya, sekaligus bentuk antisipasi masuknya paham-paham yang merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat.

“Ada 29 kecamatan yang tersebar di Kota dan Kabupaten Kediri. Dari 29 kecamatan itu ,3 kecamatan masuk wilayah Kota Kediri dan 26 kecamatan masuk wilayah Kabupaten Kediri. Tercatat 46 kelurahan ada di Kota Kediri dan 343 desa di Kabupaten Kediri. Setidaknya tiap desa atau kelurahan ,semua poskamling berstatus aktif,” katanya.

Dari catatannya, ada 2.874 poskamling yang tersebar di Kediri, tetapi dalam kenyataannya tidak semua berstatus aktif, justru lebih banyak yang pasif. Inilah yang menurutnya menjadi permasalahan yang harus segera diselesaikan. Bahkan dari data yang ada, banyak poskamling yang juga beralih fungsi dan alih fungsi tersebut didominasi dengan tempat potong rambut.

“Kita bekerjasama dengan pihak Polresta dan Polres, bapak Camat, bapak Kepala Desa dan Kelurahan, bapak Ketua RW dan RT, agar poskamling yang ada di desa-desa bisa aktif seutuhnya. Ini upaya kita agar Kediri bisa kondusif dengan cara memfilter orang-orang yang berpola pikir negatif menyusup masuk,” pungkasnya.

Senada dengan hal itu, Danramil Kota Kapten Arm Bangun Budi Adi juga sudah melakukan pengaktifan poskamling yang ada di Kecamatan Kota. Pengaktifan ini dilakukan dengan cara bekerjasama dengan Kepala Kelurahan ,Ketua RW dan RT.

“Memobilisasi masyarakat untuk menjaga keamanan di poskamling memang sedikit ada kendala, karena sehari-hari warga besoknya juga bekerja, sedangkan kalau malam hari mereka begadang di poskamling, tentu akan menggangu aktifitas kerja mereka esok harinya, disebabkan mereka pasti akan mengantuk,” jelasnya.

Selain keberadaan poskamling, pendataan warga juga dilakukan, terutama mereka yang ditenggarai terlihat agak tertutup dan mempunyai gelagat yang mencurigakan. Disamping itu, bagi orang yang masuk ke kelurahan, pihak warga setempat akan menanyainya secara langsung perihal kepentingan dan tujuannya. (Penrem 082/CPYJ).

Related For Aktifkan Poskamling Guna Cegah Tangkal Radikalisme Dan Terorisme