Akibat Pengairan Yang Berlebihan, Tanah Di Desa Seketi Alami Pengikisan

1 (2)(3)KEDIRI. Tanah longsor akibat pengikisan tanah di tepian Sungai Brantas terjadi di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Tanah longsor ini murni karena pengaturan air, bukan disebabkan curah hujan yang tinggi atau fenomena alam, senin (13/08/2018)

Danramil Ngadiluwih, Kapten Inf Supriyadi melaporkan,  tanah longsor terjadi pada malam hari kemarin dan sebab musababnya dikarenakan pengairan lahan pertanian milik warga yang mayoritas ditanami tebu dan ketela pohon. Pengairan ini diduga terlalu berlebihan dan mengakibatkan tanah disekitar Sungai Brantas, khususnya arah timur mengalami longsor.

“Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Seketi sudah melihat langsung lokasi keberadaan tanah longsor ini, dan ini murni disebabkan pengikisan yang terus menerus terjadi, bukan karena faktor cuaca atau alam,” jelasnya.

Selain itu, ia juga sudah berkomunikasi dengan Kapolsek Ngadiluwih, AKP Sokib Dimyati, kemungkinan dilakukan kerja bakti gabungan bersama warga setempat dalam waktu dekat.

Hal ini dibenarkan juga oleh Kepala Desa Seketi, Khamim, tanah diteian Sunai Brantas arah timur mengalami longsor akibat pengikisan yang terus menerus. Akibatnya, sekitar 25 meter sepanjang tanah ditepinya mengalami longsor.

Ia menambahkan, pengairan di lahan pertanian tebu dan ketela pohon itu sendiri juga melewati saluran pembuangan air di sepanjang areal pemukiman warga sekitar.

Berdasarkan pengamatan langsung dilapangan, jalan setapak yang ada disepanjang pinggiran sunagi terputus, dikarenakan tanah yang dulunya sebagai moda transportasi darat tradisional tersebut, longsor dan terbawa aliran sungai. Ia sendiri sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Camat Ngadiluwih, Agus Cahyono, terkait dampak negatif dari tanah longsor akibat pengikisan tersebut. (Penrem 082 / CPYJ ).

 

Related For Akibat Pengairan Yang Berlebihan, Tanah Di Desa Seketi Alami Pengikisan